BGN Bongkar Modus Penjualan Titik Dapur MBG, Masyarakat Diminta Waspada

oleh
oleh

SEMSI TV — Badan Gizi Nasional mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya dugaan penipuan berkedok penjualan titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya mengungkapkan, terdapat oknum yang menawarkan jasa pengurusan, percepatan pendaftaran hingga verifikasi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan mengatasnamakan pejabat BGN maupun pemerintah.

Menurut Sony, seluruh proses pelaksanaan program MBG tidak dipungut biaya dan harus mengikuti mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

“BGN meminta seluruh jajaran aktif melakukan pencegahan serta penelusuran apabila menemukan informasi maupun bukti yang mengarah pada praktik penipuan tersebut,” ujar Sony dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

BGN mencatat sedikitnya tiga kasus dugaan penipuan terkait jual-beli titik dapur MBG yang kini ditangani aparat penegak hukum.

Kasus pertama ditangani Ditreskrimum Polda Jawa Barat sejak Januari 2026 dengan jumlah korban mencapai 21 orang dan tersangka telah ditetapkan.

Kemudian kasus kedua ditangani Polres Lombok Timur yang saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi.

Sementara kasus ketiga ditangani Polresta Barelang, Kepulauan Riau, terkait dugaan praktik pengurusan lokasi SPPG secara ilegal.

BGN menegaskan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memantau perkembangan kasus sekaligus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk oknum internal.

Selain itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan kemudahan pengajuan lokasi dapur MBG dengan meminta imbalan tertentu.

BGN juga membuka layanan pengaduan melalui hotline SAGI 127 bagi masyarakat yang mengetahui ataupun menjadi korban dugaan penipuan program MBG.

Baca Berita lainnya :  Menag Usul Tambahan Rp 24,8 Triliun, Target Hapus Kesenjangan Madrasah dan Sekolah Umum Revitalisasi Ribuan Lembaga hingga Dorong Pemerataan Program Gizi

No More Posts Available.

No more pages to load.