Medan — Sebanyak 10.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi diterjunkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sebagai bagian dari Program Mahasiswa Berdampak yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Program yang mulai dilaksanakan akhir Januari 2026 ini bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pascabencana, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Para mahasiswa akan menetap sekitar satu bulan di lokasi terdampak untuk menjalankan berbagai program berbasis inovasi, antara lain pengembangan UMKM, pemanfaatan energi alternatif, penguatan pangan masyarakat, serta penerapan teknologi tepat guna. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan dosen pembimbing dari masing-masing perguruan tinggi.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek menyatakan, keterlibatan mahasiswa dalam program ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang menekankan empati, integritas, dan kepekaan sosial.
Pemerintah menilai kontribusi mahasiswa menjadi elemen strategis dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan.





