Rusia dan Belarus Lirik Indonesia untuk Kolaborasi Proyek Antariksa

oleh
oleh

Jakarta –

Rusia dan Belarus menyatakan ketertarikan menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan infrastruktur dan eksplorasi ruang angkasa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan peringatan Hari Kosmonautika di Jakarta, Sabtu (4/4/2026). Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menegaskan bahwa negaranya memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan fasilitas peluncuran roket.

Menurutnya, Rusia saat ini tengah mengembangkan landasan peluncuran baru di kawasan Timur Jauh dan siap membuka peluang kolaborasi dengan Indonesia. Ia juga menyebut komunikasi dengan pemerintah Indonesia telah berjalan dan diharapkan menghasilkan kerja sama konkret.

Senada dengan itu, Duta Besar Belarus untuk Indonesia, Raman Ramanouski, menyampaikan bahwa negaranya memiliki kapasitas di bidang teknologi satelit. Belarus bahkan telah mengoperasikan satelit yang menjangkau kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, Indonesia terus mendorong percepatan pembangunan bandar antariksa nasional melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional. Salah satu lokasi yang diproyeksikan menjadi pusat peluncuran adalah Pulau Biak.

Pulau Biak dinilai strategis karena berada dekat garis khatulistiwa, yang memungkinkan efisiensi energi dalam peluncuran roket ke orbit rendah bumi. Keunggulan geografis ini menjadikan Indonesia memiliki daya tarik tersendiri di mata mitra internasional.

Rencana pembangunan bandar antariksa di Biak sendiri telah dikaji sejak lama dan kini terus diperbarui mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan industri antariksa global.

Dengan meningkatnya minat dari negara-negara mitra, Indonesia berpeluang memperkuat posisi dalam ekosistem ekonomi antariksa dunia, sekaligus mendorong kemandirian teknologi di sektor strategis tersebut.

Baca Berita lainnya :  Menhan Sjafrie Hadiri Rakornas 2026, Presiden Prabowo Tekankan Stabilitas Nasional

No More Posts Available.

No more pages to load.