Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti beredarnya video yang diunggah Amien Rais di kanal YouTube pribadinya terkait isu kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sabtu, 02 Mei 2026, Komdigi menyatakan konten dalam video tersebut telah dikategorikan sebagai informasi yang tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik digital.
Pihak Komdigi menilai narasi yang disampaikan dalam video tersebut mengarah pada fitnah dan pembunuhan karakter terhadap pimpinan negara.
“Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah serta mengandung ujaran kebencian. Narasi yang dibangun merupakan upaya merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan Meutya Hafid melalui akun resmi Komdigi.
Komdigi juga menilai konten tersebut tidak memiliki dasar fakta dan dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat apabila terus disebarkan.
Lebih lanjut, pemerintah menegaskan bahwa ruang digital seharusnya digunakan untuk pertukaran gagasan yang sehat, bukan sebagai sarana penyebaran konten yang menyerang personal maupun institusi negara.
Komdigi memastikan akan menindaklanjuti penyebaran konten tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk UU ITE Nomor 1 Tahun 2024.
Sementara itu, video yang dimaksud kini sudah tidak lagi dapat diakses di kanal YouTube Amien Rais Official. Konten tersebut sebelumnya berjudul “Jauhkan Istana dari Skandal Moral” dengan durasi sekitar delapan menit.
Dari pihak Partai Ummat, Ketua DPP Aznur Syamsu menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan sikap pribadi Amien Rais dan tidak mewakili partai.
“Itu pernyataan pribadi Pak Amien, tidak ada kaitannya dengan Partai Ummat,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan pernyataan tersebut dan menyebut bahwa sikap yang disampaikan Amien Rais dinilai tidak relevan dengan kondisi politik dan kebangsaan saat ini.
“Paling tidak beliau seorang tokoh nasional, kami menyayangkan pernyataan seperti itu,” tambahnya.




