Sejak Mei, Program MBG SDN 001 Balikpapan Barat Disambut Antusias

oleh
oleh

SEMSITV.COM – Pelaksanaan program Makanan Bergizi Sehat (MBG) di SDN 001 Balikpapan Barat terus dievaluasi untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik tetap layak dan aman dikonsumsi. Salah satu perhatian sekolah adalah memastikan makanan segera disantap setelah tiba di sekolah.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, melihat langsung pelaksanaan program tersebut saat mengunjungi SDN 001 Balikpapan Barat, Selasa (11/8/2026).

Bagus mengatakan program MBG mendapat sambutan positif dari para siswa. Ia melihat makanan yang dibagikan habis dikonsumsi dan siswa tampak antusias menerima menu yang disediakan.

“Saat meninjau kita melihat betapa senang dan cerianya anak mendapatkan MBG. Saya lihat semua makanan habis dan itu semua menunjukkan bahwa mereka berharap program ini tidak boleh berhenti,” ujar Bagus.

Menurutnya, program MBG perlu dijaga keberlanjutannya karena pemenuhan gizi anak merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia dalam jangka panjang.

“Ini tetap diberikan karena manfaatnya untuk lima sampai 10 tahun yang akan datang untuk anak-anak kita,” katanya.

Bagus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pelaksanaan MBG. Pemerintah Kota Balikpapan, kata dia, akan terus mendukung program tersebut, termasuk mendorong operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum berjalan.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat atas program MBG. Program ini di Kota Balikpapan masih ada dan mudah-mudahan kita akan teruskan. Dapur SPPG yang belum beroperasi kita lanjutkan bersama-sama antara Pemerintah Kota Balikpapan dengan Korwil Badan Gizi Nasional,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 001 Balikpapan Barat, Marlina, mengatakan sekolah tersebut telah menerima program MBG sejak Mei 2026.

Saat ini, sekitar 820 peserta didik mulai kelas 1 hingga kelas 6 menjadi penerima manfaat. Program tersebut juga diberikan kepada guru dan tenaga teknis sekolah dengan jumlah sekitar 50 orang.

Baca Berita lainnya :  UPA PERADI 2025 Wilayah Yogyakarta Digelar di Fakultas Hukum UGM

Marlina menjelaskan, sekolah mengatur waktu pemberian makanan berdasarkan jadwal masuk siswa. Untuk peserta didik yang masuk pagi, makanan tiba sekitar pukul 08.00 Wita dan dikonsumsi sekitar pukul 09.00 Wita.

Sedangkan untuk siswa yang masuk siang, makanan diupayakan tiba bertepatan dengan waktu kedatangan mereka sehingga dapat langsung disajikan.

“Anak-anak yang masuk siang pukul 13.00 Wita dan pada pukul tersebut makanan sudah datang sehingga langsung kita sajikan. Kalau kelamaan makanan itu bisa basi atau tidak layak makan lagi. Jadi mereka datang kita langsung beri makanan,” jelasnya.

Pihak sekolah juga mengimbau orang tua agar siswa yang mengikuti pembelajaran siang menyantap makanan MBG di sekolah. Hal itu untuk memastikan makanan segera dikonsumsi dan tidak terlalu lama disimpan setelah didistribusikan.

Selain ketepatan waktu konsumsi, sekolah juga memberikan masukan terkait komposisi menu. Marlina berharap MBG dapat dilengkapi minuman secara lebih rutin.

Selama ini, menu yang diterima umumnya berupa makanan. Susu terkadang diberikan, tetapi belum secara rutin.

“MBG bisa diselingi dengan minuman karena selama ini tidak ada minumannya, hanya makanan saja. Terkadang dapat susu tapi tidak rutin. Semoga saja bisa dapat minuman,” harapnya.

Menurut Marlina, masukan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah agar pelaksanaan program MBG semakin baik dan mampu memenuhi kebutuhan peserta didik secara optimal.

Saat ini, jumlah penerima manfaat SDN 001 mencapai 820 siswa, sekolah berharap program MBG dapat terus berlanjut sekaligus meningkatkan kualitas menu dan pelayanan. Program tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan makanan harian siswa, tetapi juga mendukung pemenuhan gizi anak dalam jangka panjang.

No More Posts Available.

No more pages to load.