Serang — Di sebuah sudut Kabupaten Serang, Banten yang tenang, tepatnya di Desa Lebak Wana, Kecamatan Kramatwatu, sebuah harapan tumbuh perlahan dari tanah yang dulu terabaikan. Lahan yang dahulu hanya dikenal sebagai tanah tidur, kini menjelma menjadi ruang kehidupan baru bagi warga desa.
Pada masa lalu, tak banyak yang melirik kawasan ini. Tak ada yang membayangkan bahwa suatu hari hamparan hijau kopi robusta dan pohon durian akan berdiri tegak di sini, menghidupkan kembali denyut ekonomi masyarakat.
Perubahan itu bermula dari langkah sederhana seorang penggerak desa: Nizar Wafi Agus, sosok asal Peninjauan yang memulai semuanya dari sebuah tempat bernama Rumah Kayu Peninjauan. Dari titik kecil inilah semangat itu berkembang dan melahirkan identitas baru: Dusun Kawe.
Di Rumah Kayu Peninjauan miliknya, Nizar tidak hanya menanam kopi. Ia menanam harapan. Dengan ketekunan dan keyakinan, lahan yang dulu dipandang sebelah mata kini berubah menjadi perkebunan produktif yang bernilai. Bermula dari puluhan batang kopi sebagai percobaan, ia memastikan setiap proses dijalankan dengan serius dan penuh kesungguhan.
Hasilnya mulai terlihat. Kini, Dusun Kawe telah menghasilkan kopi robusta berkualitas, dengan karakter khas yang tumbuh dari tanah Kramatwatu. Kopi ini sudah mulai dapat dinikmati dan mendapat tempat di pasar lokal, menjadi bagian dari gerakan membangun ketahanan pangan yang dimulai dari desa.
Lebih dari sekadar pertanian, cita rasa kopi Dusun Kawe membawa pesan bahwa desa memiliki daya, potensi, dan masa depan.
Nizar Wafi Agus menegaskan hal itu melalui komentarnya:
“Tak banyak yang tahu bahwa Banten punya potensi kopi yang kuat. Di Dusun Kawe ini, saya mengelola kopi robusta yang kami tanam sendiri dari lahan yang dulu tidak dimanfaatkan, dan semuanya mulai kami garap sejak 2021. Alhamdulillah, perlahan kopi robusta dari Banten mulai dikenal dan bisa dinikmati masyarakat. Ini bukan hanya soal hasil panen, tetapi tentang menunjukkan bahwa desa kita juga mampu menghasilkan kopi berkualitas,” ujar Nizar Wafi Agus, Minggu, 05 April 2026.
Dari tanah yang pernah terlupakan, Dusun Kawe kini menghadirkan aroma baru—aroma optimisme yang menyatu dalam setiap biji kopi robusta yang tumbuh di sana. Sebuah harapan yang mulai diseduh pelan-pelan, dari desa untuk masa depan.





