Ibu Selvi Gibran Dorong UMKM dan Pemberdayaan Perempuan di Kampung Wisata Caping Pontianak

oleh
oleh

PONTIANAK — Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional sekaligus Pembina Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP), Selvi Gibran Rakabuming bersama anggota Seruni KMP melakukan kunjungan kerja ke Kampung Wisata Caping di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (12/05/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal sekaligus pemberdayaan perempuan dan pelaku UMKM di daerah.

Berlokasi di Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kampung Wisata Caping dikenal sebagai sentra kerajinan caping atau tudong yang menjadi warisan budaya masyarakat setempat dan diwariskan secara turun-temurun.

Setibanya di lokasi, Ibu Selvi menyapa dan berdialog langsung dengan warga yang sehari-hari menggantungkan hidup dari usaha rumahan, kuliner tradisional, hingga kerajinan caping.

Salah satunya ialah keluarga Ibu Siti Hafsah yang menjual makanan tradisional untuk membantu menopang kebutuhan keluarga. Dalam suasana hangat dan akrab, Ibu Selvi mendengarkan penjelasan mengenai kuliner khas Pontianak seperti pacri nenas dan ikan asam pedas Pontianak yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

Selain itu, Ibu Selvi juga mencicipi roti kap dengan isian selai nanas asam manis yang menjadi salah satu sajian khas masyarakat setempat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi rumah pengrajin caping hias Siti Jubaedah atau yang akrab disapa Mak Beng Jubay.

Di lokasi tersebut, Ibu Selvi mendengarkan langsung proses panjang pembuatan caping yang telah diwariskan secara turun-temurun selama puluhan tahun, mulai dari pengolahan daun mengkuang hingga tahap akhir penyelesaian produk.

Kerajinan caping di Kampung Wisata Caping diproduksi menggunakan daun mengkuang, tanaman khas rawa air tawar yang menjadi bahan baku utama. Aktivitas menganyam daun mengkuang hingga kini masih menjadi kegiatan sehari-hari sebagian perempuan di kawasan tersebut guna membantu meningkatkan pendapatan keluarga.

Baca Berita lainnya :  Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Ajak Doakan Kedamaian Bangsa

Tak hanya digunakan sebagai pelindung kepala bagi petani dan nelayan, caping hasil karya warga kini berkembang menjadi produk dekoratif bernilai ekonomi seperti caping lukis, caping kopi, caping kain, hingga caping berbahan daur ulang.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Rumah Budaya Kampung Caping yang menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus ruang kreatif berbasis budaya.

Di rumah budaya berbahan kayu belian yang telah berusia lebih dari satu abad itu, Ibu Selvi berinteraksi dengan anak-anak sekolah dasar yang tengah membuat kerajinan pensil susun serta meninjau berbagai hasil karya kriya masyarakat yang dipamerkan.

Selama ini, Rumah Budaya Kampung Caping dimanfaatkan warga sebagai ruang pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, lokakarya, pameran seni, hingga pengembangan UMKM lokal.

Lurah Bansir Laut Yusuf Panyungan menjelaskan bahwa Kampung Wisata Caping mulai berkembang sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat sejak tahun 2020 dan telah membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

“Awalnya warga hanya bekerja sebagai buruh harian, tukang cuci, dan pekerjaan lainnya. Namun setelah adanya Kampung Caping, masyarakat mulai memiliki keterampilan membuat caping yang kini bahkan dipasarkan hingga ke luar daerah,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dekranasda Kalimantan Barat Erlina Ria Norsan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, serta Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie Edi Kamtono.

No More Posts Available.

No more pages to load.