Indonesia buka peluang investasi Rusia untuk infrastruktur energi strategis

oleh
oleh

JAKARTA — Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi Rusia untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur energi strategis nasional, sebagai bagian dari penguatan kerja sama jangka panjang kedua negara, Kamis, 16 April 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Moskow beberapa waktu lalu.

Menurut Bahlil, pihak Rusia menyatakan kesiapan untuk membangun sejumlah infrastruktur penting guna meningkatkan cadangan serta ketahanan energi nasional Indonesia.

Selain itu, pemerintah tengah membahas skema investasi lanjutan, khususnya untuk proyek kilang minyak dan fasilitas penyimpanan energi (storage) yang memiliki nilai strategis tinggi. Proses finalisasi investasi tersebut masih memerlukan beberapa tahap pembahasan tambahan antara kedua negara.

Kerja sama ini dirancang dalam jangka panjang dengan menggunakan dua pendekatan, yakni antar pemerintah (government to government/G2G) dan antar pelaku usaha (business to business/B2B).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendiversifikasi sumber energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global. Dengan membuka peluang investasi dari berbagai negara, termasuk Rusia, Indonesia berupaya memastikan pembangunan sektor energi berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Pemerintah juga menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, termasuk dalam sektor ekonomi dan investasi, dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional.

Baca Berita lainnya :  SKK Migas Isi Kelas Inspirasi di SRT 24 Samarinda

No More Posts Available.

No more pages to load.