Tangerang — Prabowo Subianto memimpin langsung prosesi persemayaman militer tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia di bawah United Nations Interim Force in Lebanon di Lebanon.
Prosesi berlangsung khidmat di Terminal VIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026) petang. Presiden turut menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga prajurit yang gugur.
Tiga prajurit tersebut yakni Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon.
Sejumlah pejabat tinggi negara hadir mendampingi Presiden, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Setelah prosesi persemayaman, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak memimpin upacara pelepasan jenazah di apron Terminal 3.
Dipulangkan dengan Pesawat Militer
Ketiga jenazah kemudian diberangkatkan ke daerah asal masing-masing menggunakan pesawat TNI AU.
Mayor Zulmi Aditya diterbangkan menggunakan pesawat CN-295 menuju Bandung, Jawa Barat. Sementara itu, Serka M. Nur Ichwan dan Kopda Farizal Rhomadon diberangkatkan menggunakan pesawat Super Hercules C-130J menuju Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kronologi Gugurnya Prajurit
Insiden pertama terjadi pada Minggu (29/3/2026), saat proyektil artileri meledak di sekitar markas kontingen Indonesia di wilayah Lebanon Selatan. Peristiwa ini menyebabkan Kopda Farizal Rhomadon gugur.
Sehari kemudian, kendaraan pengawal ambulans dari Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL mengalami ledakan saat menjalankan misi pengawalan di sektor timur Lebanon Selatan. Insiden tersebut mengakibatkan Mayor Zulmi Aditya dan Serka M. Nur Ichwan gugur.
Hingga kini, otoritas United Nations melalui UNIFIL masih melakukan investigasi terkait sumber serangan. Sementara itu, sejumlah prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka akibat rangkaian insiden tersebut.
Peristiwa ini menambah duka bagi Indonesia, sekaligus menjadi pengingat atas risiko besar yang dihadapi pasukan penjaga





