Kemenbud dan GEKRAF Sepakat Perkuat Ekonomi Budaya Nasional

oleh
oleh
Perkuat Sinergi dengan GEKRAF, Menteri Kebudayaan Dorong Ekonomi Budaya sebagai Pilar Pembangunan Nasional

Jakarta – Kementerian Kebudayaan RI memperkuat kerja sama dengan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAF) dalam rangka mendorong kebudayaan menjadi bagian dari pembangunan ekonomi nasional. Pertemuan yang digelar pada 1 April 2026 di kantor Kementerian Kebudayaan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, bersama jajaran pengurus GEKRAF.

Dalam pertemuan itu, Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan merupakan sektor hulu yang menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi kreatif. Ia menekankan bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pemanfaatannya sebagai kekuatan ekonomi yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

Fadli juga menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang berstatus megadiversity sebagai sumber daya strategis dalam pengembangan cultural and creative industries (CCI). Menurutnya, kekayaan budaya merupakan sumber gagasan dan kreativitas yang tidak akan habis, sehingga perlu dikelola menjadi bagian dari ekonomi budaya yang berkelanjutan.

Kementerian Kebudayaan memastikan komitmen untuk memperkuat ekosistem ekonomi budaya melalui pengembangan museum, penguatan warisan budaya yang diakui UNESCO, hingga pengembangan produk turunan budaya bernilai ekonomi tinggi. Langkah ini diharapkan mampu membuka ruang kreatif baru bagi masyarakat.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Program pelatihan, manajemen talenta, hingga literasi ekonomi kreatif disiapkan agar pelaku budaya dan kreator Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Sekjen GEKRAF, Temmi Sumarlin, menyampaikan bahwa GEKRAF selama beberapa tahun terakhir fokus membangun fondasi ekonomi kreatif berbasis potensi daerah dan komunitas. Ia menyebut literasi pelaku kreatif serta regenerasi pelaku budaya menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor budaya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan kolaborasi strategis antara Kementerian Kebudayaan dan GEKRAF, meliputi pengembangan talenta kreatif, kurasi produk budaya, promosi budaya Indonesia di tingkat internasional, serta penguatan diplomasi budaya sebagai bentuk soft power nasional.

Baca Berita lainnya :  Presiden Prabowo Subianto Saksikan Penyelamatan Rp11,42 Triliun dan Ratusan Ribu Hektare Lahan

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum GEKRAF Kawendra Lukistian, Wakil Ketua Harian Noval Abuzar, dan Wakil Ketua Bidang Event Bambang Dwi. Dari pihak Kemenbud hadir Dirjen Pengembangan dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra, Staf Khusus Menteri Annissa Rengganis, Staf Ahli Kebijakan Kebudayaan Masyitoh Annisa Ramadhani, serta Staf Ahli Ekonomi Kebudayaan Anindita Kusuma Listya.

Kementerian Kebudayaan melalui 33 Balai Pelestarian Kebudayaan di seluruh Indonesia akan memperluas ruang kolaborasi bagi pelaku budaya dan ekonomi kreatif di daerah agar kebudayaan tidak hanya menjadi identitas bangsa, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.