KLH/BPLH Dorong Lahirnya Pemimpin Ekonomi Sirkular melalui Transformasi Pengelolaan Sampah

oleh
oleh

SEMSITV.COM – Perubahan besar dalam pengelolaan sampah nasional tidak hanya membutuhkan teknologi dan infrastruktur, tetapi juga gerakan masyarakat yang mampu mengubah perilaku dari tingkat rumah tangga. Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus memperkuat kolaborasi dengan para pegiat lingkungan di berbagai daerah untuk membangun kepemimpinan baru dalam mendorong budaya memilah sampah dari sumbernya.

Melalui program Leaders Academy 2026 yang diselenggarakan World Cleanup Day (WCD) Indonesia di Jakarta, KLH/BPLH mendorong para pemimpin gerakan lingkungan dari berbagai provinsi menjadi penggerak perubahan (agent of change) dalam mempercepat terwujudnya Indonesia Bersih dan ASRI melalui pendekatan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

Plt. Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLH/BPLH, Laksmi Widyajayanti, menegaskan bahwa persoalan sampah hanya dapat diselesaikan melalui perubahan kesadaran dan keterlibatan seluruh pihak.

“Target pengurangan sampah 100% kini dimajukan menjadi 2028, dan gerakan pemilahan sampah dari rumah sudah dimulai sejak Mei. Kami sangat berbahagia karena ini adalah gerakan dari hati, kalau bukan dari hati, akan terpaksa. Tantangan yang harus kita jawab bersama adalah memastikan sampah yang sudah dipilah dari rumah tidak kembali tercampur di hilir,” ujar Laksmi.

Menurutnya, keberhasilan transformasi pengelolaan sampah nasional membutuhkan kesinambungan antara kebijakan pemerintah dengan gerakan masyarakat. Para pemimpin lingkungan di daerah memiliki peran penting dalam menjembatani kebijakan tersebut agar dapat diterapkan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Dalam kegiatan tersebut, KLH/BPLH bersama para mitra juga memperkuat pembahasan mengenai penerapan ekonomi sirkular sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah berkelanjutan. Melalui panel diskusi bertajuk “Kolaborasi Pentahelix untuk Indonesia Bersih: Membangun Kepemimpinan Kolaboratif untuk Perubahan Sistemik”, para peserta membahas strategi membangun ekosistem pengelolaan sampah yang melibatkan berbagai sektor.

Baca Berita lainnya :  Menhan RI Terima Kunjungan Wamenhan Australia, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan

Leader World Cleanup Day Indonesia, Andy Bahari, menyampaikan bahwa gerakan lingkungan saat ini harus bergerak lebih jauh dari sekadar aksi bersih-bersih menuju perubahan sistem dan perilaku masyarakat.

“Selama ini publik banyak mengenal World Cleanup Day sebatas aksi seremonial tahunan. Bersama para leader di daerah, kami terus memperluas lingkup gerakan, dari aksi bersih-bersih menjadi kampanye dan perubahan perilaku yang berkelanjutan, mulai dari sekolah, komunitas, hingga rumah tangga. Kuncinya satu: kolaborasi,” tutur Andy.

Rangkaian Leaders Academy 2026 juga menghadirkan sesi berbagi praktik terbaik dari daerah. Mewakili Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Hanifan Adi Nugroho, membagikan pengalaman melalui Kampanye Jabar Berseka, sebuah gerakan pemilahan sampah dari rumah, sementara dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Hendrik Mindo Sihombing, memaparkan kebijakan dan peta jalan pemilahan sampah di wilayah DKI Jakarta.

Melalui Leaders Academy 2026, KLH/BPLH berharap semakin banyak pemimpin gerakan lingkungan di daerah yang mampu menggerakkan masyarakat, membangun kolaborasi, serta menghadirkan solusi sesuai tantangan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.

Kolaborasi menjadi kunci percepatan Indonesia menuju sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan. Dengan memperkuat pemilahan sampah dari sumber, mengembangkan ekonomi sirkular, dan mendorong kepemimpinan lingkungan di tingkat lokal, gerakan menuju Indonesia Bersih dan ASRI dapat diwujudkan secara bersama

No More Posts Available.

No more pages to load.