Jakarta — Yandri Susanto menegaskan bahwa mitra dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh bermain-main dengan kualitas makanan maupun aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia menyebutkan, pelanggaran seperti penurunan kualitas makanan, mark-up anggaran, hingga ketidaksesuaian standar operasional prosedur (SOP) akan berujung pada sanksi tegas, mulai dari penghentian operasional hingga pemutusan kontrak.
Menurut Yandri, program MBG merupakan bagian dari program strategis nasional yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto, sehingga seluruh pihak yang terlibat wajib menjaga integritas dan kualitas pelaksanaannya.
“Program ini bukan sekadar proyek atau konten, tapi menyangkut hajat hidup masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lansia,” tegasnya.
Ribuan Dapur Disetop Sementara
Dalam kunjungannya ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Padang Pariaman, Yandri mengungkapkan bahwa saat ini lebih dari 2.000 dapur MBG telah dikenai penghentian sementara (suspend).
Langkah ini dilakukan karena banyak dapur yang belum memenuhi standar teknis dan operasional yang ditetapkan pemerintah pusat.
Pemerintah, kata dia, akan terus memperketat pengawasan guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan aman dikonsumsi masyarakat.
Dorong Ekonomi Desa Lewat Koperasi
Selain meninjau program MBG, Yandri juga mengunjungi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi desa.
Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus berangkat dari desa, dengan koperasi sebagai instrumen utama untuk melindungi pelaku usaha kecil dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Liga Desa untuk Cetak Talenta Muda
Dalam kesempatan tersebut, Yandri juga meluncurkan program Liga Desa di Padang Pariaman. Program ini diharapkan mampu melahirkan talenta sepak bola dari desa sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan mempererat hubungan antarwarga.






