Menhan Sjafrie Bekali Perwira Sesko TNI Hadapi Ancaman Pertahanan Modern

oleh
oleh

Bandung – Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan strategis kepada Perwira Siswa Dikreg LV Sesko TNI Tahun Anggaran 2026 di Gedung Graha Widya Adibrata, Sesko TNI Bandung, Jumat (22/5/2026).

Dalam arahannya, Menhan menegaskan pentingnya peran Sesko TNI sebagai pusat pembentukan kepemimpinan militer dan nasional di masa depan.

Menurutnya, para siswa Dikreg LV Sesko TNI merupakan perwira pilihan yang harus mampu menjaga nilai-nilai kepemimpinan, memahami dinamika pertahanan negara, serta memperkuat line of command dan unity of command dalam setiap pelaksanaan tugas.

Sjafrie Sjamsoeddin juga menekankan pentingnya penguatan strategi pertahanan negara melalui konsep defensif aktif dan doktrin pertahanan yang adaptif terhadap perkembangan ancaman global.

Ia menyebut pertahanan negara merupakan “safety belt” bagi keberlangsungan pembangunan nasional sehingga TNI dituntut memiliki kekuatan dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan strategis.

Selain itu, Menhan turut menyoroti pentingnya integrasi kekuatan matra darat, laut, dan udara melalui konsep Trisula Nusantara guna menjaga stabilitas nasional serta melindungi kepentingan rakyat Indonesia.

Dalam paparannya, Menhan juga menjelaskan arah pembangunan kekuatan TNI ke depan, mulai dari penguatan batalyon infanteri teritorial pembangunan, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), peningkatan sistem pertahanan udara, hingga pengembangan kekuatan maritim dan udara nasional.

Menurutnya, pembangunan kekuatan TNI tidak hanya ditujukan untuk kepentingan pertahanan, tetapi juga mendukung transformasi pembangunan bangsa, pengamanan sumber daya alam, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peran aktif prajurit di wilayah.

Pada kesempatan tersebut, Menhan RI juga melakukan penandatanganan prasasti renovasi Gedung Graha Widya Adibrata Sesko TNI sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan fasilitas pendidikan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia TNI.

Di akhir pembekalan, Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme sebagai bekal utama prajurit TNI dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan negara menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Berita lainnya :  TIDAR Kaltim Tolak Rencana Budi Arie Gabung Gerindra: Integritas dan Rekam Jejak Jadi Pertimbangan

No More Posts Available.

No more pages to load.