Menkomdigi: Media Harus Jaga Kebenaran Informasi di Era Digital

oleh
oleh

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa media harus tetap menjaga akurasi dan kebenaran informasi di tengah derasnya arus digital yang menuntut kecepatan.

Pernyataan itu disampaikan dalam peringatan World Press Freedom Day 2026 yang digelar di kawasan Car Free Day Jakarta. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026 tersebut, Meutya menyoroti tantangan utama media saat ini, yakni menyeimbangkan kecepatan publikasi dengan ketelitian verifikasi.

“Semua ingin cepat, tetapi tidak semua ingin teliti. Padahal informasi yang disampaikan harus benar dan bermanfaat bagi publik,” ujarnya.

Menurutnya, hak atas informasi sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 bukan sekadar informasi yang cepat tersebar, tetapi informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, media memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas demokrasi.

Sejalan dengan itu, Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menekankan pentingnya jurnalisme berkualitas sebagai penjernih di tengah maraknya disinformasi.

“Tanpa informasi yang akurat dan berimbang, sulit membangun perdamaian yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam momentum yang sama, Forum Organisasi Penyiaran Indonesia menggelar rangkaian kegiatan bertema “Kolaborasi untuk Informasi Berkualitas dan Keberlanjutan Media.”

Acara yang berlangsung di Café Vilo Riverview, Stasiun KA BNI, kawasan Sudirman, Jakarta, itu dimulai sejak pukul 06.30 hingga 08.00 WIB, dan diisi dengan sambutan, penekanan sirine peringatan, serta kegiatan fun walk bersama pemerintah, komunitas pers, dan masyarakat.

FOPI yang merupakan gabungan berbagai asosiasi penyiaran nasional menekankan pentingnya kolaborasi antara media, pemerintah, platform digital, dan publik untuk menghadirkan informasi yang akurat sekaligus menjaga keberlanjutan industri media.

Menkomdigi juga menyoroti tantangan keberlanjutan media di tengah disrupsi digital global. Pemerintah, kata dia, tengah mengkaji berbagai kebijakan untuk menciptakan ekosistem media yang lebih adil, termasuk dalam hubungan antara media konvensional dan platform digital.

Baca Berita lainnya :  Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI untuk Penanganan Sampah Terpadu

Ia menegaskan bahwa jurnalisme berkualitas menuntut disiplin tinggi dalam verifikasi dan penyajian informasi.

“Memberikan informasi yang benar adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama, baik sebagai warga negara maupun pelaku industri media,” tegasnya.

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 pun menjadi refleksi bersama untuk memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi sekaligus agen literasi publik di era digital.

No More Posts Available.

No more pages to load.