Menteri PKP Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Kendari, Pemkot Siapkan Solusi

oleh
oleh

Kendari — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti meninjau langsung kondisi rumah tidak layak huni milik Hatta Jumadia di kawasan pesisir Kota Kendari.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari persiapan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam peninjauan itu, rombongan turut didampingi Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Wakil Wali Kota Sudirman, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, serta Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Safei.

Rumah yang dihuni tujuh anggota keluarga tersebut diketahui dalam kondisi memprihatinkan, dengan dinding lapuk, atap seng berlubang, serta tanpa fasilitas sanitasi layak. Keluarga Hatta juga dilaporkan masih menggunakan sambungan listrik dari rumah tetangga.

“Kerja pemulung, penghasilannya tidak menentu,” ujar Hatta saat berdialog dengan Menteri PKP.

“Rumah seperti ini memang sangat layak mendapatkan bantuan. Kita pastikan program BSPS bisa segera menyentuh keluarga ini,” ujar Maruarar Sirait.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), keluarga Hatta masuk kategori desil satu atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Pemerintah daerah menyatakan akan menyiapkan alternatif hunian, termasuk opsi rumah susun (rusun) bagi keluarga tersebut.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sebagai bagian dari program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas permukiman di daerah.

Baca Berita lainnya :  Seskab Terima Dirut BTN dan KAI, Bahas Hunian Vertikal hingga Redesain Gambir

No More Posts Available.

No more pages to load.