SEMSITV.COM – Pemerintah tengah menginvestigasi pengiriman makalah ilmiah setebal 69 halaman terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi kandidat nobel perdamaian. Makalah berjudul “Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by the National Nutrition Agency” itu mencatut nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis.
“Lagi diinvestigasi,” kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari singkat di Kantor Bakom, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026). Senada, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Benni Irwan tengah mengklarifikasi makalah tersebut. Prabowo Klaim Atasi Kebocoran Anggaran Rp 300 Triliun untuk Biayai MBG 995 Pucuk Senjata Tersembunyi di Balik Pintu Sekolah Swasta Jakarta Selatan
Pasalnya, makalah turut melampirkan surat dari Kemendagri dengan nomor ND/KIE/001/I/2026.
Benni mengungkapkan, pihaknya akan mencari tahu lebih lanjut apakah surat tersebut benar dikeluarkan lembaga atau sebaliknya. “Terkait dengan Kemendagri, dari pagi kami sudah dapat informasi itu, sekarang lagi diklarifikasi, apakah itu memang Kemendagri secara kelembagaan atau bagaimana. Kemudian apakah surat yang disampaikan itu benar dari kemendagri atau apa, kita pastikan dulu,” ucap Benni di kesempatan yang sama.
Tak hanya itu, pihaknya juga telah menghubungi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), yang juga turut tercatut dalam lampiran makalah.
Benni menyatakan, IPDN membantah telah mengeluarkan surat tersebut. “Saya sudah klarifikasi ke IPDN, itu bukan dari IPDN. Kita sudah telepon Pak Rektor, itu bukan dari IPDN,” jelasnya.
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pemisahan Anggaran MBG dari Pos Pendidikan Lebih lanjut, Kemendagri melakukan pendalaman internal terkait adanya nama diduga salah satu staf Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) dalam makalah. Pasalnya, nama terduga staf tersebut memang ada di Ditjen Polpum. “Memang ada staf yang namanya Azhar itu di Ditjen Polpum. Nah itu yang tadi Pak Dirjen Polpum meminta klarifikasi secara internal. Sejauh ini saya belum dapat hasil klarifikasi, saya belum dapat update,” jelas Benni.





