Pemerintah Siapkan 4.000 Sentra Budidaya Lele untuk Perkuat Program MBG

oleh
oleh

SEMSITV.COM – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan program tersebut diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan ikan konsumsi dalam negeri sekaligus membangun rantai pasok pangan yang terhubung dengan kebutuhan program MBG.

“Program budi daya ikan darat tematik bertujuan memenuhi kebutuhan ikan konsumsi domestik, sekaligus mendukung salah satu program prioritas presiden, yakni makan bergizi gratis (MBG),” ujar Qodari di Gedung Bakom RI, Jakarta, Rabu 2 September.

Program tersebut telah mulai dikembangkan pemerintah sejak 2025 melalui 100 lokasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur. Pengembangan kemudian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing wilayah.

Qodari menjelaskan, proses pengembangan tidak hanya mencakup pembangunan sarana budi daya, tetapi juga dimulai dari pengusulan dan verifikasi lahan, penetapan penerima, pelatihan, penebaran benih, hingga pendampingan produksi dan pemasaran.

“Mulai dari pengusulan dan verifikasi kesiapan lahan, penetapan penerima, pembangunan sarana-prasarana, pelatihan, penebaran benih, hingga pendampingan produksi dan pemasaran,” katanya.

Pada 2026, pemerintah memprioritaskan pengembangan ikan lele dan nila. Kedua komoditas tersebut dipilih karena relatif mudah dibudidayakan, memiliki masa pemeliharaan yang singkat, permintaan pasar tinggi, serta dapat dikembangkan pada lahan terbatas.

Pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi bioflok untuk meningkatkan efisiensi budi daya. Teknologi tersebut dinilai dapat menghemat penggunaan air, mengoptimalkan pemanfaatan pakan, meningkatkan produktivitas, dan mendukung praktik budi daya yang lebih ramah lingkungan.

“Teknologi ini dinilai mampu menghemat penggunaan air, mengoptimalkan pemanfaatan pakan, meningkatkan produktivitas, sekaligus mendukung praktik budi daya yang lebih ramah lingkungan,” tutur Qodari.

Meski lele dan nila menjadi komoditas prioritas, pemerintah tetap membuka peluang pengembangan berbagai jenis ikan air tawar lainnya. Patin, gurami, ikan mas, hingga ikan air tawar lokal dapat dikembangkan dengan menyesuaikan potensi dan karakteristik masing-masing daerah.

Baca Berita lainnya :  Ketua DPRD Medan Desak Pemerintah Tetapkan Banjir dan Longsor di Sumatera Sebagai Bencana Nasional

No More Posts Available.

No more pages to load.