SEMSITV.COM – Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota !Wawali) Balikpapan DR Ir H Bagus Susetyo, bersama jajaran instansi terkait.
Rombongan mengawali peninjauan di SPPG Sepinggan 7 yang telah beroperasi.
Serta pengecekan SPPG di Jalan Somber Baru yang tengah bersiap untuk beroperasi.
Berdasarkan hasil pemantauan di SPPG Somber Baru, pembangunan fisik fasilitas tersebut telah rampung 100 persen dan sebagian besar peralatan pendukung telah tersedia.
”Tahap selanjutnya yakni penunjukan kepala SPPG oleh BGN (Badan Gizi Nasional, Red) untuk memulai operasional dapur MBG,” ujar Bagus Susetyo di sela peninjauan.
Disebutkan, saat ini, proses rekrutmen tenaga kerja sedang berlangsung dengan target operasional paling lambat September 2026 mendatang.
Tahap awal, dapur MBG ini diproyeksikan memproduksi sekitar 1.000 porsi makanan per hari bagi penerima manfaat.
Sembari akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 2 ribu porsi.
Dalam skema pengelolaannya, SPPG dijalankan melalui kemitraan dengan yayasan dan mitra kerja yang menyediakan lahan, bangunan, sarana prasarana, hingga ketersediaan personel.
Bagus menjelaskan bahwa penentuan sasaran penerima manfaat didasarkan zonasi operasional.
Radius distribusi ditetapkan maksimal 6 Kilometer (Km) dari lokasi dapur dengan alokasi waktu pengiriman paling lama satu jam guna menjaga kualitas dan kesegaran makanan.
”Penetapan sekolah mana saja yang menjadi sasaran penerima manfaat akan ditentukan langsung oleh SPPG dan BGN,” tambahnya.
Dari aspek kelayakan fasilitas, Pemkot Balikpapan menilai SPPG di Somber Baru telah memenuhi standar teknis dan sanitasi yang dipersyaratkan.
Meski berada di dekat kawasan industri, kebersihan area dapur diklaim tetap terjamin.
Pengelolaan limbah operasional juga dipastikan melalui sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terintegrasi, sehingga tidak mencemari lingkungan ekosistem mangrove di sekitarnya.
Lebih lanjut, keberadaan SPPG ini diharapkan memberikan efek domino (Multiplier Effect) bagi perekonomian daerah.
Pemkot Balikpapan mendorong penyerapan bahan baku lokal dengan melibatkan petani, peternak, serta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk potensi sinergi bersama Koperasi Merah Putih.
”Hal ini sejalan dengan arahan presiden untuk menggerakkan roda perekonomian daerah dari sektor pertanian hingga UMKM di tingkat kelurahan,” pungkas Bagus





