SEMSITV.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi alasan yang paling banyak disebut publik ketika menjelaskan kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Temuan tersebut tercatat dalam survei Media Survei Nasional (Median) yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah mencapai 56,2 persen.
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan 11,1 persen responden yang merasa puas menyebut MBG sebagai alasan kepuasan mereka. Angka tersebut menjadi alasan tunggal terbesar dibandingkan sejumlah faktor lain yang ditemukan dalam survei.
“Jadi temuan pertama yang kita lakukan, dalam rentang waktu pengambilan data, survei menemukan adanya 56,2 persen publik yang puas terhadap kinerja pemerintahan, dan 36 persen yang tidak puas terhadap kinerja pemerintahan,” kata Rico dalam konferensi pers di Cikini, Senin (31/8/2026).
Besarnya kontribusi MBG dalam persepsi positif publik menjadi salah satu temuan penting survei Median. Program tersebut merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran yang sejak awal menjadi bagian dari agenda prioritas pemerintah.
Selain MBG, 9,2 persen responden menyebut program-program pemerintah yang mulai berjalan atau kombinasi berbagai program sebagai alasan mereka merasa puas. Temuan tersebut menunjukkan kepuasan publik tidak hanya dipengaruhi satu kebijakan, tetapi juga oleh sejumlah program yang dirasakan mulai berjalan.
Alasan lain yang muncul adalah pemberantasan korupsi. Sebanyak 4 persen responden yang merasa puas menyebut langkah pemerintah dalam pemberantasan korupsi sebagai alasan mereka memberikan penilaian positif.
Responden juga menyebut kebijakan di sektor pertanian sebagai salah satu alasan kepuasan. Program seperti pupuk murah serta harga komoditas yang dinilai baik di Bulog menjadi bagian dari faktor yang disebut masyarakat.
Bantuan bagi masyarakat miskin juga masuk dalam daftar alasan kepuasan publik terhadap pemerintah. Salah satu program yang disebut adalah bantuan langsung tunai atau BLT yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat penerima.
Secara keseluruhan, Median mencatat 56,2 persen publik merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara itu, terdapat 36 persen responden yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah.
Di kelompok responden yang tidak puas, isu korupsi justru menjadi alasan yang paling banyak muncul. Sebanyak 8,3 persen responden menyebut adanya kasus korupsi yang melibatkan orang-orang di pemerintahan sebagai alasan mereka memberikan penilaian negatif.
Rico mengatakan terdapat sejumlah kasus yang memengaruhi persepsi tersebut. Menurutnya, kasus yang menyeret petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi salah satu persoalan yang berpengaruh terhadap kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Yang pertama itu menimpa petinggi BGN, program unggulan dari apa namanya, dari Prabowo-Gibran. Yang kedua itu kasus korupsi yang melibatkan Pak Febri,” ujar Rico.
Menurut Rico, munculnya kasus-kasus tersebut dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi. Karena itu, isu korupsi menjadi salah satu faktor penting yang membentuk penilaian negatif terhadap pemerintahan.
“Dua hal ini yang membuat apa namanya, kepercayaan publik terhadap komitmen pemberantasan korupsi itu jadi turun,” tutur Rico.
Survei Median dilakukan melalui wawancara tatap muka di 38 provinsi. Pengambilan data berlangsung pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.212 warga yang memiliki hak pilih.
Median mencatat survei tersebut memiliki margin of error sebesar 2,76 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil survei ini menunjukkan MBG menjadi alasan paling banyak disebut oleh responden yang puas, sementara isu korupsi menjadi salah satu persoalan utama di kelompok yang tidak puas terhadap kinerja pemerintah.






