Tampil di Gagas RI, Menpora Erick Ajak Masyarakat Refleksikan 100 Tahun Sumpah Pemuda

oleh
oleh

SEMSITV.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir tampil di program Dialog Kompas TV “Gagas RI” edisi khusus Sumpah Pemuda di Studio 1 Menara Kompas Jalan Palmerah Selatan, Nomor 21, Jakarta Pusat, Senin (26/10).

Dalam kesempatan itu Menpora menyampaikan beberapa perspektif kepemudaan, khususnya dalam menyambut 100 Tahun Sumpah Pemuda dua tahun mendatang. Menurut Menpora Erick, selama isu kepemudaan belum menjadi pembahasan yang besar di bangsa ini.

Hal inilah yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto melalui Kemenpora untuk membangun kepemudaan Indonesia di masa depan.

“Alhamdulillah ketika saya bertemu dengan Bapak Presiden, kami berdiskusi. Bapak Presiden menyampaikan visi dan misi kepemudaan melalui persatuan. Saya setuju, karena tidak ada yang namanya pembangunan bangsa dengan perpecahan,” terang Menpora.

Karena itu Menpora Erick mendorong adanya persatuan bangsa khususnya dalam bidang kepemudaan. Termasuk mendorong persatuan pada organisasi-organisasi kepemudaan yang saat ini masih berpecah belah.

“Hal ini yang harus menjadi perhatian kita bersama. Kalau kita ingin bicara bangsa dan kemajuan kita, kita harus bicara persatuan. Inilah mimpi-mimpi yang kita harus bangun dan harus refleksikan dalam keseharian,” sebut Menpora.

Dalam hal ini Menpora mengingatkan momentum besar yang telah menanti bangsa Indonesia yaitu 100 Tahun Sumpah Pemuda, dua tahun lagi. Merefleksikan momen Sumpah Pemuda 1928, Menpora Erick menyampaikan bagaimana sebelum kemerdekaan Indonesia, para pemuda dari berbagai daerah dan etnis di Indonesia bicara komitmen sebagai satu tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa yang kemudian menjadi Sumpah Pemuda.

“Hal-hal ini yang tentu mencerminkan kesuksesan kita sampai hari ini. Bhineka Tunggal Ika menjadi kekuatan,” tegas Menpora.

Menpora Erick menjelaskan, momen Sumpah Pemuda pada tahun 1928 memiliki kompleksitas yang berbeda dengan masa kini dengan isu kala itu adalah tentang kolonialisme yang terjadi di banyak negara. Meski demikian, Menpora menyatakan konteks keduanya sebenarnya memiliki persamaan.

Baca Berita lainnya :  Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Pembangunan Hunian Layak bagi Warga Pinggir Rel di Senen

“Mirip sebenarnya, yaitu konteks perubahan dunia, di geopolitik, geoekonomi, digitalisasi dan juga pekerjaan, kesempatan bekerja. Itu realitanya saat ini,” ucap Menpora.

Apalagi, lanjut Menpora Erick, jumlah pemuda Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun sebagai bonus demografi. Tantangannya adalah apakah bonus geografi ini bisa menjadi kekuatan atau justru menjadi permasalahan tersendiri nantinya, terutama dalam angka pengangguran di masa depan.

“Di sinilah saya ingin mendengar, yang selama ini dari pengalaman, saya banyak mendengar. Hari ini saya ingin mendengar lagi dari pemuda, dari akademisi, dari tentu insan kepemudaan, dan tentu dari rekan-rekan media, untuk seratus tahun ke depan kita mau ke mana,” ungkap Menpora.

Adapun pemaparan lebih lanjut Menpora Erick tersebut akan dapat disaksikan di Kompas TV ketika program Gagas RI edisi Sumpah Pemuda ini resmi ditayangkan. Meliputi nilai-nilai apa saja yang perlu dimiliki para pemuda Indonesia serta program-program kepemudaan apa saja yang tengah digalakkan Kemenpora, khususnya dalam menyongsong 100 Tahun Sumpah Pemuda.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.