UNIFIL Khawatir: Serangan Israel–Hezbollah Dekat Pos Pasukan PBB Picu Eskalasi Balasan

oleh
oleh
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 90?

BEIRUT – Misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), menyatakan keprihatinan serius atas meningkatnya serangan antara Israel dan kelompok Hezbollah di sekitar posisi mereka.

Dalam pernyataannya, UNIFIL menilai aktivitas militer dari kedua pihak yang berlangsung dekat dengan area pasukan PBB berisiko memicu tembakan balasan dan memperbesar eskalasi konflik. Mereka pun mendesak semua pihak untuk menahan diri serta segera mengupayakan gencatan senjata.

Ketegangan di wilayah selatan Lebanon terus meningkat sejak awal Maret 2026, ketika Hezbollah terlibat dalam konflik regional dengan dukungan Iran. Sejak itu, Israel melancarkan serangan udara hingga operasi darat di sejumlah wilayah perbatasan.

Pada akhir pekan, Sabtu (4 April 2026), seorang pejabat keamanan PBB mengungkapkan bahwa pasukan Israel menghancurkan sejumlah perangkat pemantauan milik UNIFIL di markas utama mereka di Naqura.

Sementara itu, Jumat (3 April 2026), tiga personel penjaga perdamaian dilaporkan terluka akibat ledakan di dekat perbatasan selatan Lebanon. Hingga kini, belum ada kepastian pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Insiden sebelumnya juga menelan korban jiwa. Tiga personel UNIFIL asal Indonesia dilaporkan gugur dalam tugas pada awal pekan ini, meski pihak PBB belum mengungkap pelaku di balik serangan tersebut.

Di tengah situasi yang terus memanas, UNIFIL kembali menegaskan pentingnya menghindari aktivitas militer di sekitar zona mereka guna mencegah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Baca Berita lainnya :  221 Ribu Jemaah Siap Berangkat, Pemerintah Pastikan Angkutan Haji Tanpa Gangguan

No More Posts Available.

No more pages to load.