Kisah Risky Pratama, Bocah Penjual Ikan Kini Jadi Siswa Sekolah Rakyat

oleh
oleh

SEMSITV.COM – Muhammad Risky Pratama, bocah asal Labuhan Deli, Medan, terbiasa mengayuh sepeda keliling kampung untuk menjual ikan sejak berusia 9 tahun.

Di usia ketika anak-anak lain menikmati bangku sekolah, Risky justru memilih membantu memenuhi kebutuhan hidup nenek dan adiknya.

Ia pernah mengayuh sepeda puluhan kilometer sambil membawa sekitar 30 kilogram (kg) ikan untuk dijual di sekitar Bagan Deli.

Jauh dari orang tua dan tinggal bersama sang nenek serta seorang adik di tengah keterbatasan, Risky rela tidak sekolah agar bisa membantu kehidupan keluarga.

“Saya mau membantu nenek. Nenek banyak yang mau diurus. Adik saya, cucu nenek, anak nenek. Jadi saya sedih juga. Jadi saya bantu nenek cari uang,” tutur Risky, dikutip Jumat (14/8).

Dikenal sebagai anak yang pendiam, Risky yang kini berusia 12 tahun sebetulnya menyimpan cita-cita menjadi tentara.

Kesempatan mengejar cita-cita itu hadir ketika Nanda, seorang Petugas Penjangkau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan, mendatangi tempat tinggalnya. Nanda mengajak Risky untuk masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan, kembali ke bangku sekolah.

Awalnya Risky menolak karena takut berbaur dengan orang-orang baru. Namun setelah diyakinkan Nanda bahwa Sekolah Rakyat nyaman dan bakal banyak mendapatkan teman baru, Risky akhirnya mau masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Medan.

“Dua hari dibujuk-bujuk Pak Nanda ‘Risky, ayo sekolah Risky’,” Risky mengungkapkan.

Sang nenek juga turut mendorong Risky bersekolah dengan mengingatkan cita-cita Risky yang ingin menjadi tentara.

Di Sekolah Rakyat, Risky bisa mendapatkan pendidikan gratis. Semua biaya ditanggung oleh negara.

Ia pun merasa nyaman karena Sekolah Rakyat dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendidikan yang memadai. Lingkungan sekolah juga mendukung, Risky mendapat banyak teman baik.

Baca Berita lainnya :  KKP Inspeksi Tiga UPI, Pastikan Ekspor Produk Perikanan ke Tiongkok Tetap Lancar

Dari seorang anak yang sempat putus sekolah dan lebih banyak menghabiskan waktu di jalan untuk berjualan ikan, Risky kini kembali menikmati proses belajar serta tumbuh bersama teman-temannya.

“Rupanya enak sekolahnya, bagus Sekolah Rakyat. Luas asramanya, juga gedung. Dari situ saya mau Sekolah Rakyat,” ucapnya.

Risky adalah salah satu penerima manfaat program Sekolah Rakyat yang disebut Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Jumat (14/8).

“Saya nyaman di Sekolah Rakyat, senang. Mendapatkan ilmu, pelajaran,” kata Risky.

Di Sekolah Rakyat, Risky menemukan kembali haknya untuk belajar, tumbuh, dan menata cita-cita.

Bukan sekadar tempat belajar, Sekolah Rakyat juga menjadi jalan bagi Risky untuk mewujudkan mimpi yang selama ini ia simpan.

No More Posts Available.

No more pages to load.