London — Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Inggris menghasilkan berbagai capaian konkret yang berdampak strategis bagi pembangunan nasional, mulai dari sektor investasi, maritim, hingga penguatan pendidikan tinggi.
Dalam rangkaian pertemuan bilateral dan forum internasional, Inggris menyatakan komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun ke Indonesia. Investasi tersebut diarahkan untuk mendukung penguatan ekonomi nasional serta penciptaan lapangan kerja.
Di sektor maritim, Indonesia dan Inggris menyepakati kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di dalam negeri. Proyek strategis ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 600 ribu tenaga kerja, sekaligus memperkuat industri perkapalan nasional.
Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar pada sektor pendidikan. Dalam kunjungannya, Presiden bertemu dengan 24 profesor dari berbagai universitas terkemuka di Inggris untuk membahas penguatan kerja sama pendidikan tinggi. Pembahasan meliputi peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di Inggris, pertukaran dosen, hingga rencana pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia.
Pemerintah Indonesia juga mendorong pembangunan 10 kampus baru di Tanah Air dengan fokus pada bidang kedokteran dan sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) guna mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di sela kunjungan luar negeri, Presiden Prabowo tetap memimpin agenda strategis dalam negeri, termasuk rapat koordinasi Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melalui konferensi video. Rapat tersebut menghasilkan keputusan pencabutan izin perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan pengelolaan kawasan hutan.
Sekretaris Kabinet menegaskan bahwa setiap kunjungan Presiden ke luar negeri diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia, baik melalui peningkatan investasi, kerja sama ekonomi, maupun penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris ini menegaskan diplomasi aktif Indonesia yang berorientasi pada hasil nyata, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di tingkat global.





