Guru Bicara dari Dalam Istana: Program Pendidikan Pemerintah Dinilai Makin Nyata dan Menyentuh

oleh
oleh

Jakarta – Kunjungan ke Istana Kepresidenan Jakarta bukan hanya menjadi pengalaman berharga bagi para siswa, tetapi juga membuka perspektif baru bagi para pendidik. Dua guru SMA Negeri 2 Jakarta, Wiwiek Susanti dan Teguh Membara, menyampaikan apresiasi mereka terhadap berbagai program pemerintah di bidang pendidikan usai mengikuti program “Istana untuk Anak Sekolah”, Kamis (23/04/2026).

Bagi Wiwiek, kesempatan menjejakkan kaki di lingkungan Istana bukan sekadar kunjungan simbolik, tetapi menjadi ruang belajar yang nyata. Ia melihat langsung bagaimana antusiasme para siswa saat mengenal lebih dekat pusat pemerintahan negara.

“Kami sangat bahagia bisa hadir di Istana Negara. Ini bukan hanya pengalaman, tapi juga bagian dari sejarah bagi kami dan anak-anak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Teguh. Ia menilai kegiatan ini memberi dampak signifikan terhadap pemahaman siswa tentang sistem pemerintahan. Tidak hanya mengenal struktur, para pelajar juga memahami fungsi lembaga seperti kesekretariatan negara dan kabinet secara lebih konkret.

Menurutnya, program ini merupakan terobosan penting di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Membuka Istana kepada pelajar dan guru dinilai sebagai langkah strategis dalam mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Ini luar biasa. Istana yang selama ini dikenal dengan pengamanan ketat, kini bisa diakses oleh siswa dan guru dalam momen tertentu. Ini pendekatan yang sangat edukatif,” tegas Teguh.

Lebih jauh, keduanya juga memberikan catatan positif terhadap berbagai program pendidikan yang tengah dijalankan pemerintah. Mulai dari digitalisasi pembelajaran, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga revitalisasi sarana pendidikan dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Wiwiek menekankan bahwa program-program tersebut memiliki dampak langsung terhadap proses belajar mengajar. “Digitalisasi dan MBG adalah contoh nyata bagaimana pemerintah hadir untuk mendukung pendidikan yang lebih baik dan merata,” katanya.

Baca Berita lainnya :  Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 891 di Bengkulu, Perkuat Sinergi TNI dan Rakyat

Teguh menambahkan, program MBG secara khusus memberikan manfaat luas, baik bagi masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Ia melihat kebijakan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan dan kesiapan belajar siswa.

Namun demikian, keduanya juga mengingatkan pentingnya konsistensi dan perluasan jangkauan program. Mereka berharap kegiatan kunjungan ke Istana tidak hanya terbatas pada sekolah di Jakarta, tetapi juga bisa dirasakan oleh pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kalau bisa diperluas, agar sekolah-sekolah di luar daerah juga mendapat kesempatan. Ini penting untuk menumbuhkan wawasan dan rasa cinta tanah air,” ujar Teguh.

Menutup pernyataannya, kedua guru tersebut menyampaikan harapan agar program-program pendidikan yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan kualitas dan ketepatan sasarannya.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian besar terhadap pendidikan. Semoga ke depan semakin baik dan menjadi fondasi kuat menuju Indonesia maju,” pungkas mereka.

No More Posts Available.

No more pages to load.