Indonesia–Georgia Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Fokus Pertukaran Mahasiswa dan Riset

oleh
oleh

Jakarta — Pemerintah Indonesia memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi dengan Georgia melalui percepatan finalisasi nota kesepahaman (MoU) dan pengembangan kerja sama yang lebih konkret.

Langkah ini ditegaskan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie dengan Duta Besar Georgia untuk Indonesia Tornike Nozadze di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa kerja sama antarpemerintah (government-to-government/G2G) perlu segera dirampungkan sebagai payung hukum untuk mempercepat implementasi program pendidikan lintas negara.

Stella Christie menegaskan bahwa kerja sama internasional ke depan harus lebih substansial, tidak hanya sebatas dokumen, tetapi langsung menyentuh implementasi nyata seperti pertukaran mahasiswa, riset bersama, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kami ingin kerja sama ini langsung berdampak, bukan sekadar formalitas MoU,” ujarnya.

Fokus Pascasarjana dan SDM Akademik

Pemerintah Indonesia menaruh perhatian khusus pada penguatan kerja sama di jenjang pascasarjana (S2 dan S3), terutama bagi dosen dan tenaga akademik muda.

Langkah ini dinilai strategis karena peserta program yang kembali ke Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperluas jejaring internasional.

Pertukaran Mahasiswa Jadi Kunci

Sementara itu, Dubes Georgia Tornike Nozadze menekankan pentingnya pertukaran mahasiswa sebagai sarana membangun hubungan jangka panjang antarnegara.

Menurutnya, interaksi langsung antar masyarakat menjadi cara paling efektif untuk meningkatkan pemahaman budaya dan kerja sama global.

Sebagai tindak lanjut, kedua negara akan saling bertukar informasi terkait program studi berbahasa Inggris, skema beasiswa, serta profil perguruan tinggi.

Kerja sama ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia untuk mengakses pendidikan internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pendidikan global.

Baca Berita lainnya :  Menjadi Hakim Konstitusi, Liliek Prisbawono Adi Tegaskan Integritas sebagai Fondasi dalam Mengawal Konstitusi

No More Posts Available.

No more pages to load.