Kemenpora Gelar Pelatihan Dasar Pelatih dan Asisten Pelatih Olahraga untuk Tingkatkan Profesionalisme

oleh
oleh

SEMSITV.COM – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) menggelar Pelatihan Dasar bagi Jabatan Fungsional Pelatih Olahraga dan Asisten Pelatih Olahraga. Kegiatan ini ditujukan khusus untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenpora sekaligus upaya meningkatkan kualitas pembinaan olahraga nasional.

Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi, Leny Kurnia, menyampaikan bahwa peran pelatih dalam dunia olahraga sangatlah krusial.

“Pelatih bukan hanya sekadar pembimbing teknis, tetapi juga motivator, inspirator, dan mentor bagi para olahragawan,” ucap Leny membuka acara di Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/7).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme tenaga keolahragaan guna mendukung pencapaian prestasi olahraga, baik di kancah nasional maupun internasional.

Program pelatihan ini diikuti 70 peserta yang terdiri dari Jabatan Fungsional Pelatih Olahraga dan Asisten Pelatih Olahraga di lingkungan Kemenpora. Secara komprehensif, pelatihan didesain memadukan metode Online Course sebanyak 8 Jam Pelajaran (JPL) untuk 4 materi, dan Offline Course sebanyak 27 JPL untuk 6 materi.

Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini menurut Leny, adalah sebagai sarana bimbingan teknis untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, serta sikap profesional agar proses kepelatihan menjadi lebih objektif, sistematis, dan terukur berbasis data.

Lebih lanjut, pelatihan ini diproyeksikan menjadi pilot project penyelenggaraan pelatihan penjenjangan Jabatan Fungsional yang direncanakan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2027 dengan melibatkan JF Pelatih Olahraga dan Asisten Pelatih Olahraga yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap kemampuan, kompetensi, kualitas, dan kepemimpinan para pelatih dan asisten pelatih dapat meningkat, tidak hanya secara teori namun dalam implementasinya di lapangan,” tuturnya.

“Seraplah ilmu dan pengalaman dari narasumber, dan kami berharap Anda semua dapat menularkan pengetahuan serta keterampilan yang didapat kepada orang lain, sehingga mampu menghasilkan olahragawan berprestasi,” imbuhnya.

Baca Berita lainnya :  Menteri LH Jadikan Sekolah di Gresik Percontohan Nasional untuk Bangun Karakter Ekologis dan Ketahanan Pangan

​Prof. Ria Lumintuarso, pengajar dalam kegiatan ini menilai, penerapan kurikulum berbasis sport science sangat mendukung tugas dan kinerja para pelatih di lapangan. Melalui keilmuan ini, pelatih diajak untuk berpikir sistematis dalam mendukung program latihan. ​

“Dengan demikian, kita bisa menghindarkan kemungkinan-kemungkinan kesalahan yang terjadi ketika mereka melakukan tugasnya sebagai seorang pelatih, misalnya bagaimana pendekatan fisiologinya, bagaimana pendekatan gizinya, bagaimana recovery-nya,” jelasnya.

​Pakar ilmu keolahragaan sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan Univertas Negeri Yogyakarta ini juga memandang bahwa pelatihan ini sangat mendesak (urgent) untuk diberikan kepada Pelatih ASN di seluruh Indonesia.

Menurutnya, senjata utama seorang pelatih adalah kemampuan menyusun program latihan yang terukur, berakuntabilitas tinggi, dan sistematis. Ia berharap, bekal dari pelatihan ini dapat membuat pelatih lebih andal dalam menangani olahragawan secara efisien dan optimal.

Materi yang diberikan saat ini baru menyentuh tahap dasar, ujar Prof. Ria, sehingga Kemenpora diharapkan untuk secara konsisten, kontinyu dan massif untuk menyelenggarakan pelatihan di level lanjutan pada masa mendatang.

Ita Rahmawati, salah satu peserta pelatihan, mengaku sangat bersyukur karena mendapatkan banyak referensi ilmu kepelatihan yang up-to-date dari para pemateri.

“Ini merupakan pertama kali buat kami, dan alhamdulillah banyak sekali referensi-referensi ilmu yang diberikan. Harapannya bahwa ilmu-ilmu yang kami peroleh bisa kami praktikkan, bisa kami aplikasikan kepada atlet-atlet kami nanti, agar mereka bisa mencapai prestasi yang optimal di level nasional maupun internasional,” ungkapnya.

​Ita juga menambahkan bahwa pelatihan semacam ini merupakan investasi pendidikan yang krusial bagi pelatih dan patut terus difasilitasi oleh Kemenpora. ​”Kami butuh terus-menerus untuk diarahkan, didampingi, agar kami juga tetap bisa menjaga performa dalam melatih, sehingga kami juga tetap bisa menjaga prestasi olahragawan kami,” tutur Sugeng, peserta lainnya

Baca Berita lainnya :  PERADI PROFESIONAL: Paradigma Baru Organisasi Advokat Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.