Dalam kunjungan tersebut, Dudung menegaskan bahwa pengawasan langsung dilakukan untuk memastikan seluruh program prioritas Presiden berjalan sesuai rencana, khususnya pembangunan fasilitas pendidikan bagi masyarakat.
βIni sebagai bukti nyata keseriusan Presiden, dan kami dari KSP melaksanakan pengawasan serta pengendalian langsung terhadap program prioritas, salah satunya Sekolah Rakyat,β ujarnya di lokasi proyek.
Progres Melampaui Target
Berdasarkan laporan lapangan per 17 Mei 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 65,24 persen, melampaui target awal 53,66 persen. Sementara itu, struktur bangunan utama disebut telah mencapai 89,5 persen dan dinilai berjalan dengan kualitas konstruksi yang baik.
Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui penyedia jasa terkait, dengan dukungan tenaga kerja yang telah dimaksimalkan hingga 795 orang di lapangan. Proses percepatan juga didukung ketersediaan alat berat serta penyesuaian jam kerja untuk mengantisipasi kendala cuaca.
Fokus Penyelesaian dan Target Operasional
Tahap akhir pembangunan kini difokuskan pada pekerjaan finishing, termasuk arsitektur, Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP), serta pengadaan perabot sekolah. Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat antara pemerintah pusat, daerah, hingga penyedia layanan utilitas seperti listrik, air bersih, dan sanitasi.
Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan rampung 100 persen pada 20 Juni 2026, agar Sekolah Rakyat dapat mulai digunakan pada tahun ajaran baru awal Juli 2026.
Sekolah untuk Keluarga Rentan
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi ini dirancang sebagai sistem berasrama penuh (boarding school) yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga rentan, khususnya kelompok desil 1 dan 2. Fasilitas ini direncanakan mampu menampung antara 900 hingga 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pendidikan, asrama, makanan, hingga perlengkapan sekolah, akan ditanggung penuh oleh pemerintah tanpa biaya.
Target Nasional Pendidikan
Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan 500 Sekolah Rakyat dalam lima tahun, atau sekitar 100 sekolah per tahun. Program ini melengkapi ratusan sekolah yang saat ini masih dalam tahap pembangunan di berbagai daerah.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan Sekolah Garuda sebagai pusat pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) untuk mencetak talenta unggul Indonesia.
Dudung menegaskan optimisme bahwa program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di tingkat global






