Menhan Canangkan Perluasan Batalyon TP, 750 Satuan Ditargetkan Terbentuk Hingga 2031

oleh
oleh
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 80?

Lampung Tengah – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mencanangkan percepatan pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (TP) dengan target total 750 satuan dalam lima tahun mendatang. Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan kerja dan pengarahan kepada prajurit Yonif TP 848/Satya Pandya Cakti di Lampung Tengah, Kamis (26/2/2026).

Dalam arahannya, Sjafrie menjelaskan bahwa pada 2025 telah terbentuk 150 Batalyon TP sebagai tahap awal penguatan struktur pertahanan teritorial. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap setiap tahun sebagai bagian dari strategi pembangunan kekuatan TNI AD berbasis kewilayahan.

Menurut dia, ekspansi jumlah satuan harus dibarengi dengan pembinaan kualitas prajurit. Ia menekankan pentingnya profesionalisme, kemampuan tempur, serta mental kompetitif agar setiap batalyon mampu menunjukkan kinerja terbaiknya.

“Setiap prajurit harus siap menjadi yang terdepan, bukan hanya dalam jumlah, tetapi juga dalam kapasitas dan kesiapan menjalankan tugas,” ujarnya.

Sjafrie menambahkan, satuan yang saat ini dibentuk merupakan fondasi bagi kesiapan operasional di masa depan. Proses latihan dan pembinaan di markas menjadi tahapan penting sebelum prajurit diterjunkan ke wilayah penugasan.

Ia juga menggarisbawahi bahwa eksistensi TNI tidak bisa dilepaskan dari dukungan masyarakat. Karena itu, prajurit diminta menjaga kedekatan dengan rakyat serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Soliditas internal, lanjutnya, menjadi kunci utama dalam membangun kekuatan pertahanan yang tangguh. Seluruh prajurit diingatkan untuk berpegang teguh pada Pancasila, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI sebagai landasan moral dan etika pengabdian.

Menutup arahannya, Menhan mengingatkan bahwa segala fasilitas dan pembinaan yang diterima prajurit bersumber dari negara dan rakyat. Oleh sebab itu, dedikasi serta komitmen menjaga keutuhan wilayah NKRI harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian.

Baca Berita lainnya :  DPR Dorong Pemerintah Ikuti Kesuksesan Brasil dalam Membangun Ekosistem Bioetanol Terintegrasi

No More Posts Available.

No more pages to load.