Menhan Tegaskan Profesionalisme Prajurit dalam Kunjungan ke Jawa Barat

oleh
oleh

Jawa Barat — Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya profesionalisme dan pengabdian prajurit saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah satuan TNI di wilayah Indramayu dan Garut, Rabu (22/4/2026).

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menhan menyambangi beberapa satuan tempur, di antaranya Brigif TP 34/Cakra Buana serta Yonif TP 889/Gagak Winangsih di Indramayu, sebelum melanjutkan agenda ke Yonif TP 890/Gardha Sakti di Garut.

Di hadapan prajurit, Menhan menegaskan bahwa setiap anggota TNI memikul tanggung jawab besar sebagai penjaga kedaulatan negara. Peran tersebut, menurutnya, tidak terbatas pada wilayah tugas semata, tetapi mencakup kepentingan nasional secara menyeluruh di seluruh penjuru Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa jati diri prajurit tidak terlepas dari rakyat. Oleh karena itu, pengabdian kepada bangsa harus dilandasi nilai-nilai Pancasila dan konstitusi negara, serta diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata di lapangan.

Menhan menekankan pentingnya menjadikan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit sebagai pedoman utama dalam kehidupan militer. Profesionalisme, lanjutnya, harus dibangun melalui latihan berkesinambungan, disiplin tinggi, serta kesiapan menghadapi berbagai dinamika ancaman.

Selain itu, prajurit diminta menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Ia mengingatkan agar seluruh personel menghindari tindakan yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi TNI.

Nilai-nilai seperti loyalitas, jiwa korsa, dan kepatuhan terhadap pimpinan juga disebut sebagai fondasi utama dalam memperkuat soliditas satuan.

Menutup arahannya, Menhan menyampaikan apresiasi atas dedikasi prajurit di lapangan dan mendorong peningkatan kemampuan sebagai bekal menghadapi tantangan pertahanan yang semakin kompleks.

Baca Berita lainnya :  Bahas Minerba Nasional, Presiden Prabowo Minta Pengelolaan SDA Berpihak pada Kepentingan Negara

No More Posts Available.

No more pages to load.