Pembiayaan Sekolah Rakyat Diperkuat, Pemerintah Gandeng Danantara dan Bank BUMN

oleh
oleh

JAKARTA — Pemerintah mempercepat realisasi program Sekolah Rakyat dengan memperkuat skema pendanaan melalui keterlibatan Danantara serta perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran arus kas sejumlah penyedia jasa konstruksi yang tengah mengerjakan proyek di berbagai daerah.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebutkan bahwa hingga 25 Mei 2026, progres pembangunan pada 93 titik lokasi telah mencapai 62,63 persen, sementara realisasi keuangan berada di angka 41,76 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan pada tahap tersebut dapat rampung pada Juni 2026 dan siap digunakan pada tahun ajaran baru Juli 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan percepatan agar target penyelesaian tidak meleset dari jadwal yang ditetapkan.

“Setelah evaluasi kesiapan lahan dan berbagai aspek teknis, kami optimistis proyek ini bisa selesai tepat waktu untuk mendukung kebutuhan pendidikan tahun ajaran baru,” ujar Dody.

Di sisi lain, sejumlah kontraktor di lapangan menghadapi tantangan likuiditas yang berpotensi memperlambat progres pekerjaan. Untuk itu, pemerintah menjalin koordinasi dengan Danantara dan bank-bank BUMN guna menyediakan dukungan pembiayaan yang lebih fleksibel.

Selain penguatan pembiayaan, percepatan proyek juga dilakukan melalui pembentukan Satuan Tugas khusus, penambahan jam kerja hingga sistem tiga shift, serta penggunaan metode konstruksi yang lebih efisien. Pemerintah juga melibatkan unsur Zeni TNI di lokasi tertentu yang mengalami keterlambatan.

Hingga saat ini, program Sekolah Rakyat telah menyerap puluhan ribu tenaga kerja di berbagai daerah, memberikan dampak ekonomi tambahan di sektor konstruksi lokal.

Untuk tahap berikutnya, pemerintah mulai menyiapkan pembangunan Tahap III yang masih terbagi dalam beberapa klaster, dengan sebagian lokasi sudah memasuki proses lelang dan lainnya masih dalam tahap persiapan administrasi serta pemenuhan kelayakan lahan.

Baca Berita lainnya :  Anggaran IT BGN Rp1,2 Triliun Disorot, Dadan: Transparan dan Sesuai Regulasi

Program ini ditargetkan terus berjalan hingga 2027, sehingga fasilitas permanen dapat digunakan menggantikan sekolah rintisan yang sudah lebih dulu beroperasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.