Tasikmalaya — Tokoh nasional asal Tasikmalaya, Dede Farhan Aulawi, menilai lomba memakmurkan masjid yang digelar di daerah tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari gerakan moral untuk menghidupkan kembali fungsi masjid di tengah masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Dede saat ditemui awak media di Sukabumi, Selasa (21/4). Ia menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam kehidupan umat Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan akhlak, pendidikan, serta penguatan solidaritas sosial.
Menurutnya, kemakmuran masjid tidak diukur dari kemegahan bangunan semata, melainkan dari aktifnya kegiatan dan keterlibatan jamaah. Ia menggambarkan masjid yang hidup sebagai tempat di mana anak-anak belajar mengaji, remaja mengikuti kajian, serta masyarakat terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
“Masjid yang makmur adalah masjid yang menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungannya, bukan hanya berdiri megah tetapi sepi aktivitas,” ujarnya.
Dede menambahkan, lomba seperti ini memiliki nilai strategis, khususnya di Tasikmalaya yang dikenal sebagai daerah dengan tradisi keislaman yang kuat. Ia berharap kegiatan tersebut mampu memicu semangat pengurus DKM, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk lebih kreatif dalam menghadirkan program-program yang memberdayakan umat.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan lomba, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa memakmurkan masjid adalah tanggung jawab bersama.
Lebih jauh, Dede menilai bahwa kegiatan ini dapat membangun kedekatan emosional masyarakat dengan masjid. Ketika masjid menjadi ruang yang nyaman dan dirindukan oleh semua kalangan, maka perannya sebagai pusat peradaban umat akan kembali menguat.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi upaya bersama menghidupkan kembali ruh masjid sebagai pusat kehidupan umat,” pungkasnya.





