Tembus Forum Global, Dosen UIN Siber Cirebon Bahas Relasi Gender di Jadal 2026 Qatar

oleh
oleh

Cirebon — Prestasi akademik kembali ditorehkan sivitas Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon. Royani Afriani, M.Pd., dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), terpilih sebagai pembicara dalam forum internasional Jadal 2026: Muslim Women Navigating Theology, Ethics, and Society yang digelar di Al Mujadilah Center & Mosque for Women, Qatar, pada 31 Januari–2 Februari 2026.

Kepastian keterlibatan Royani Afriani telah disampaikan panitia sejak 9 September 2025 setelah makalahnya dinyatakan lolos seleksi. Tulisan berjudul “Reciprocity as Resistance: Muslim Women, Gendered Interpretation, and Social Ethics within the Mubadalah Framework” dinilai memiliki relevansi kuat dengan isu kontemporer perempuan Muslim, khususnya dalam ranah tafsir keagamaan, etika sosial, dan relasi gender.

Panitia Jadal 2026 memberikan apresiasi atas kontribusi intelektual tersebut, yang mengangkat pendekatan mubadalah (kesalingan) sebagai kerangka teologis dan etis dalam membaca ulang relasi gender secara adil dan inklusif.

Ruang Dialog Global Perempuan Muslim

Jadal 2026 diikuti oleh 228 peserta dari lebih 17 negara dengan total 68 makalah ilmiah terpilih. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai konferensi akademik, tetapi juga ruang dialog kolaboratif lintas disiplin untuk merumuskan respons nyata atas tantangan global yang dihadapi perempuan Muslim.

Mengusung semangat “A conversation can change the course of history”, Jadal memadukan dimensi teologi, etika, sosial, dan kemanusiaan dalam diskursus yang dialogis dan transformatif. Al Mujadilah Center & Mosque for Women sebagai tuan rumah terinspirasi dari dialog historis antara Rasulullah SAW dan Khawlah binti Tsa’labah yang membawa perubahan sosial penting bagi perempuan Muslim.

Tegaskan Peran UIN Siber Cirebon di Level Internasional

Dalam paparannya, Royani Afriani—dosen Tadris Bahasa Inggris FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon—menekankan pentingnya prinsip kesalingan, keadilan, serta resistensi terhadap tafsir patriarkis sebagai fondasi pembangunan etika sosial yang berkeadaban di masyarakat Muslim.

Baca Berita lainnya :  Prabowo Tegaskan Kepastian Hukum di Washington DC, Investor Global Siap Tambah Investasi ke Indonesia

Partisipasi ini sekaligus mempertegas kontribusi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam penguatan wacana Islam moderat, adil gender, dan berorientasi pada kemaslahatan global.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keikutsertaan dosen dalam forum akademik internasional merupakan bukti komitmen institusi terhadap internasionalisasi tridarma perguruan tinggi dan penguatan reputasi akademik global.

“Capaian ini tidak hanya mengharumkan nama institusi, tetapi juga meneguhkan posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang progresif, inklusif, dan berdaya saing internasional,” ujarnya di Cirebon, Selasa (3/2/2026).

Keikutsertaan dalam Jadal 2026 juga membuka peluang kolaborasi riset, publikasi internasional, serta jejaring akademik lintas negara. Hal ini sejalan dengan visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University: Unggul dan Berkelas Dunia, dengan kontribusi pemikiran yang berdampak luas bagi peradaban.

No More Posts Available.

No more pages to load.