TEHERAN — Iran mengumumkan keberhasilan pertahanan udaranya menembak jatuh sejumlah jet tempur, drone, dan rudal pada Jumat. Klaim tersebut disampaikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan dilansir dari Press TV Iran pada Sabtu.
Iran melaporkan rangkaian pencegatan udara yang digambarkan sebagai salah satu operasi terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut hari tersebut sebagai “hari kelam” bagi kekuatan udara Amerika Serikat dan Israel, merujuk pada keberhasilan sistem pertahanan Iran dalam menghadang target-target yang memasuki wilayahnya.
Menurut keterangan unit hubungan masyarakat IRGC, dua rudal jelajah berhasil dihancurkan di atas Khomein dan Zanjan. Pasukan Dirgantara IRGC juga mengklaim menembak jatuh dua drone serang MQ-9 di langit Isfahan serta satu drone Hermes di wilayah udara Bushehr.
IRGC menjelaskan bahwa seluruh pencegatan dilakukan menggunakan sistem pertahanan udara generasi terbaru yang terhubung dengan jaringan komando terpadu nasional.
Dalam insiden terpisah yang dinilai paling signifikan, Iran menyebut berhasil menjatuhkan sebuah jet tempur canggih di kawasan Iran tengah. Operasi pencarian pilot pesawat tersebut masih berlangsung karena laporan awal menunjukkan bahwa pilot tidak sempat keluar secara darurat.
Sementara itu, Angkatan Darat Iran menyampaikan bahwa jaringan pertahanan udara negara tersebut juga menembak jatuh pesawat serang A-10 Warthog milik Amerika Serikat di wilayah selatan, dekat Selat Hormuz.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Amerika Serikat maupun Israel belum memberikan tanggapan atas klaim-klaim tersebut.





