SEMSITV.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) akan mencoret sekitar 80 sekolah swasta dari penerima Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekolah-sekolah itu dinilai tidak membutuhkan dukungan makanan bergizi dari program pemerintah.
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan temuan tersebut setelah bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pertemuan di Kementerian Keuangan membahas evaluasi pelaksanaan anggaran MBG.
Pembahasan mencakup pelaksanaan anggaran tahun berjalan hingga kebutuhan program pada tahun depan. Evaluasi penerima menjadi perhatian karena MBG memiliki alokasi anggaran yang sangat besar.
BGN akan melakukan penyesuaian data penerima agar program MBG semakin tepat sasaran. Sekolah-sekolah yang dinilai memiliki kemampuan ekonomi memadai akan dievaluasi kembali sehingga manfaat program dapat lebih diprioritaskan bagi siswa yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.
Penataan penerima MBG juga dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program di berbagai daerah. Pemerintah ingin memastikan bantuan makanan bergizi benar-benar diberikan kepada kelompok yang menjadi prioritas, terutama anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.
Evaluasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran MBG. Dengan penataan penerima, anggaran yang tersedia diharapkan dapat dialihkan untuk memperluas cakupan kepada kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan, sekaligus menjaga kualitas dan keberlanjutan program.
BGN bersama kementerian dan lembaga terkait akan terus memantau penggunaan anggaran serta pelaksanaan program di lapangan. Evaluasi mencakup ketepatan sasaran penerima, kualitas makanan, hingga efektivitas pengelolaan dapur MBG agar program dapat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Pemerintah berharap perbaikan tata kelola tersebut dapat membuat pelaksanaan MBG semakin efektif dan berkelanjutan. Dengan anggaran yang dikelola secara lebih tepat, program diharapkan mampu menjangkau lebih banyak penerima yang membutuhkan tanpa mengurangi kualitas layanan makanan bergizi.





