Probolinggo, Jawa Timur — Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Yonif TP 836/Brahma Yodha di Desa Bermi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (31/3/2026).
Dalam arahannya kepada para prajurit, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa keberadaan satuan ini merupakan kehormatan sekaligus amanah negara yang wajib dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa setiap prajurit TNI adalah tentara rakyat yang mengabdi sepenuhnya untuk bangsa.
“Keberadaan satuan ini adalah kehormatan sekaligus amanah dari negara dan rakyat. Setiap prajurit harus menyadari jati dirinya sebagai tentara rakyat,” ujar Menhan Sjafrie.
Menhan juga menekankan pentingnya tiga fondasi utama pengabdian prajurit, yaitu:
1. Nasionalisme
Ditunjukkan melalui kecintaan terhadap Tanah Air serta kesadaran menjaga persatuan bangsa.
2. Patriotisme
Kerelaan berkorban demi kepentingan bangsa dan negara, terutama dalam kondisi yang menuntut kesiapsiagaan tinggi.
3. Profesionalisme
Dibangun melalui pendidikan, latihan, serta pengalaman penugasan yang berkelanjutan untuk menghadapi tantangan pertahanan yang terus berkembang.
Menurut Menhan, ketiga nilai tersebut menjadi pilar penting dalam membentuk prajurit yang tangguh, disiplin, dan siap bertugas dalam berbagai kondisi, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia berharap para prajurit Yonif TP 836/Brahma Yodha dapat menjalankan tugas secara optimal dan berkontribusi dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari agenda Menhan untuk memastikan kesiapan satuan, memperkuat moral prajurit, serta menyerap langsung masukan dari satuan di wilayah.







