Refleksi Bersama Sultan Yogyakarta, Komitmen Menteri Jumhur Menjaga Lingkungan Kian Menguat

oleh
oleh

SEMSITV.COM – Ketika manusia menjaga alam, alam akan kembali menjaga manusia. Pesan tersebut menjadi refleksi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, usai bersilaturahmi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, tentang pentingnya mengayomi lingkungan.

Dalam pertemuan di Kepatihan DIY tersebut, Menteri Jumhur menyebut dirinya mendapatkan wisdom mengenai hubungan manusia dengan alam serta pentingnya membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan.

“Kalau kebijakan yang dikeluarkan nakal maka alam juga akan marah, tapi kalau kita arif dan bijaksana kepada alam maka alam juga akan kembali baik terhadap kita,” ujar Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur menilai, nilai budaya bangsa Indonesia yang selama ini menghormati alam perlu terus diperkuat di tengah pembangunan yang semakin cepat. Menurutnya, manusia tidak boleh terjebak pada pola pikir yang hanya mengejar pertumbuhan tanpa mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan.

“Hal-hal semacam itu harus kita tinggalkan dan sekarang kita kembali ke budaya yang memuliakan alam lingkungan, memuliakan bumi,” kata Menteri Jumhur.

Perkuat Kesadaran dan Keberanian Menjaga Lingkungan

Dalam pertemuan tersebut, Sri Sultan HB X juga berbagi pengalaman terkait pentingnya keberanian dalam menegakkan aturan terhadap pihak-pihak yang tidak menjaga lingkungan. Hal tersebut menjadi penguatan bagi Menteri Jumhur dan jajaran KLH/BPLH untuk terus memperkuat pengawasan serta penegakan hukum lingkungan.

“Saya termasuk orang yang terhenyak juga mendengar cerita beliau. Beliau berani, katakanlah mempermasalahkan orang yang dengan sengaja melanggar atau merusak lingkungan,” ungkap Menteri Jumhur.

Menurutnya, menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui kebijakan dan regulasi, tetapi juga membutuhkan perubahan kesadaran manusia. Karena itu, KLH/BPLH terus mendorong agar perlindungan lingkungan menjadi bagian dari budaya dan tanggung jawab bersama.

Baca Berita lainnya :  MagangHub Angkatan II Batch 1 Perpanjang Kesempatan Pendaftaran hingga 28 Juli 2026

Menteri Jumhur juga menyampaikan pentingnya gerakan pertobatan ekologis nasional sebagai bentuk refleksi bersama untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam.

“Kita secara budaya, secara kesadaran, kita berubah, kita akui bersalah terhadap alam ini, jangan lagi mengabaikan moral lingkungan. Untuk itu kita harus kembali ke jalan yang benar,” tambah Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur menegaskan, pembangunan tetap harus berjalan, namun dilakukan dengan prinsip menjaga dan melestarikan lingkungan. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lingkungan menjadi langkah paling dasar dalam memastikan pembangunan tidak mengorbankan keberlanjutan alam.

KLH/BPLH berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola lingkungan melalui kebijakan, pengawasan, serta peningkatan kesadaran ekologis masyarakat. Dengan semangat mengayomi alam, pembangunan Indonesia diharapkan dapat terus tumbuh sekaligus menjaga bumi tetap lestari bagi generasi mendatang

No More Posts Available.

No more pages to load.