PHRI Banten Perkuat Soliditas Industri Hospitality Lewat Halal Bihalal 2026

oleh
oleh

BANTEN — Keluarga besar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pimpinan Daerah (BPD) Provinsi Banten menggelar Halal Bihalal bersama delapan Badan Pimpinan Cabang (BPC) kabupaten/kota se-Banten, Senin (20/4/2026). Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban di Pakons Prime Hotel, Kota Tangerang.

Mengusung tema “Kembali Fitri Bersatu Untuk Hospitality Industry”, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi pelaku industri perhotelan dan restoran di tengah berbagai tantangan sektor pariwisata.

Ketua Panitia, Andra Basra Utama yang juga Wakil Ketua Umum PHRI Banten serta owner Pakons Prime Hotel, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir, mulai dari pengurus, anggota PHRI, hingga para mitra dan vendor.

“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan semua pihak. Kami juga memohon maaf apabila dalam penyelenggaraan acara ini masih terdapat kekurangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PHRI BPD Banten, G. S. Ashok Kumar, membuka sambutannya dengan pantun yang mencairkan suasana. Dalam nuansa kekeluargaan, para ketua BPC, jajaran pengurus, hingga perwakilan vendor seperti Telkom Indonesia dan Bank Banten, serta pelaku UMKM Tangerang Raya turut diberikan ruang menyampaikan pesan singkat.

Momen tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemajuan industri hospitality di Banten.

Ashok Kumar menegaskan bahwa PHRI merupakan salah satu kontributor signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pariwisata. Namun demikian, industri ini masih menghadapi tantangan, termasuk dampak efisiensi anggaran akibat pemangkasan APBD dan APBN yang berimbas pada kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

“PHRI harus tetap solid, cepat, dan cerdas dalam beradaptasi serta menjalin kolaborasi dengan berbagai segmen,” tegasnya.

Di penghujung acara, Sudirman Indra turut memaparkan gagasan inovatif terkait pengelolaan sumber daya air melalui konsep “Bank Air”. Ia menyoroti bahwa sekitar 70 persen air hujan di Indonesia masih terbuang ke laut, sementara di sejumlah negara Timur Tengah, air laut justru telah dimanfaatkan melalui teknologi untuk kebutuhan pertanian hingga air minum.

Baca Berita lainnya :  KSP dan KPK Perkuat Strategi Nasional Pencegahan Korupsi

“Setiap masyarakat bisa mulai dari hal sederhana, yakni menabung air hujan demi menjaga keberlanjutan sumber daya air,” ungkapnya.

Kegiatan Halal Bihalal ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga daya tahan dan pertumbuhan industri hospitality di Provinsi Banten.

No More Posts Available.

No more pages to load.